Kamis, 05 April 2012

IA


ia lebih suka duduk
menyendiri
membayangkan hal-hal gila
misalnya: terbang  membunuh diri
atau duduk bersila
menjadi pertapa abadi.

ia pun tugur
ia bersandar
pada sebuah batu
pada sebuah sandi
yang  tak pasti

mungkinkah ia mencari nabi?

“tidak tuan, nabi tak pasti
karena aku masih ingini mimpi”
katanya dengan rendah hati

ia pun memangil silir angin
agar dikucilkanya waktu
di antara kabut
yang belum seutuhnmya selesai

tapi malam ini
ia ingin bersandiwara
ia ingin menembangkan macapat
dengan fasih
seperti menyebut sebuah nama

lalu ia pasang dam di alir kali
dan ia melihat sebuah wajah,
ya wajahnya sendiri.

1-4/2012

Sabtu, 10 Maret 2012

MONOLOG PAGI

seperti yang kautahu
pada demam tak tentu
aku pun melambaimu
seperti bau kenikir itu

“tuan, begitu dekat kita
saat hutan mulai putih
seperti yang udara bersentuhan
seperti yang mencinta bersitahan.”

12-2011

Selasa, 31 Januari 2012

SEEKOR BURUNG DESEMBER


subuh pun mengabur
sisa bayang yang malas ditaklukkan,
sementara Tuhan adalah tebing pelepasan
dari subuah ajal yang selalu gemetar.

pernah kusaksikan mimpi
ya cuma mimpi, selebihnya mungkin igau,
tentang peri yang bersayap burung gagak
yang kelak akan terbang menuju sorga,

dan bertelur dengan warna abu-abu januari
dan akan menetaskan bianglala pada dunia.

122010

Jumat, 10 Juni 2011

MUNGKIN AKU

mungkin aku akan mengapung
dengan perahu pada bening matamu
engkau pun tersenyum lalu berkata:
“sejak itu tak ada lagi yang percaya pada abadi,
dan setelah itu, bukankah kita telah jadi tua
setelah subuh bersiap kembali melepaskan dunia ?

maka dengan memegang selembar daun aku pun
mulai percaya: ini adalah replika sebuah matahari
dari sebuah cinta atau bagian dari frustasi.
tapi kita telah bercerita semalam tentang malaikat dan nabi
yang terbang dan yang akan mati.


04-2011

Kamis, 23 Desember 2010

Siluet

SILUET


ada sinyal

di tepi kota,

rendah.


ada ilalang

di tepi hutan,

panjang.


ada sebuah basis

pada roda,

purba.


ada gambar

di sudut kamar,

regang,


lemah seperti

selembar puasa

pada usia.


012011

Senin, 18 Januari 2010

Asmaradhana

ASMARADHANA

puluhan laron mengikuti cahaya,
kemudian (seperti disengaja) mereka
melepaskan sayapnya begitu saja

apa yang membuatmu mengatakan :
--seperti malam dengan jutaan bintang--
“aku Sita: pengantin bulan purnama,

Atas Nama Cinta !
aku telah bersumpah Rama
di luar garis takdir yang akan tiba”

01-2009

Selasa, 22 Desember 2009

JEMBER

Jember

pada tiang
lampu kejang:
hitam bayang-bayang

sungguh
pada suatu siang
kota belum juga hilang

Jember, 14-12-2009