Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

MUNGKIN AKU

mungkin aku akan mengapung
dengan perahu pada bening matamu
engkau pun tersenyum lalu berkata:
“sejak itu tak ada lagi yang percaya pada abadi,
dan setelah itu, bukankah kita telah jadi tua
setelah subuh bersiap kembali melepaskan dunia ?

maka dengan memegang selembar daun aku pun
mulai percaya: ini adalah replika sebuah matahari
dari sebuah cinta atau bagian dari frustasi.
tapi kita telah bercerita semalam tentang malaikat dan nabi
yang terbang dan yang akan mati.


04-2011

Senin, 18 Januari 2010

Asmaradhana

ASMARADHANA

puluhan laron mengikuti cahaya,
kemudian (seperti disengaja) mereka
melepaskan sayapnya begitu saja

apa yang membuatmu mengatakan :
--seperti malam dengan jutaan bintang--
“aku Sita: pengantin bulan purnama,

Atas Nama Cinta !
aku telah bersumpah Rama
di luar garis takdir yang akan tiba”

01-2009

Jumat, 07 Agustus 2009

Seperti Morse

SEPERTI MORSE


seperti morse yang tak bisa dimengerti
aku mulai menyangka: jangan-jangan
kamu adalah aku dan aku adalah kamu

seperti morse yang tak ingin dipahami
kamu pun mulai curiga: jangan-jangan
aku adalah kamu dan kamu adalah aku

dan dengan perlahan langit tetap reda
dan dengan perlahan Adam jadi purba
dan dengan perlahan kita akan menua

seperti morse yang tak bisa dimengerti
seperti morse yang tak ingin dipahami
seperti morse: api mengekalkan harmoni


Jember, Juli-Agust 2009

Senin, 03 Agustus 2009

Nyanyian Gurun

NYANYIAN GURUN


dari senggama pasir dan debu
fatamorgana membias perak,

oase mungkin sebuah lubang

begitu dingin
begitu dalam

di luas gurun,
di jauh gurun.

mungkin kau talah menutup matamu,
mengukur dahaga di lehermu ketika
seseorang tiba di puncak sunyi piramida
dan berkata:

“sphinx yang buta adalah bidak
yang jatuh dari luas langit
seperti usia hanya ingin kembali
jadi gurun abadi dari rahasia.”

dari senggama pasir dan debu,
seseorang mengirim tanda
dengan panji di tangannya,

ketika yang maya segaris
dengan gradasi bianglala:
debu pun beterbangan,

dan cinta ingin menjemputmu,
siang itu.

“sebenarnya aku tak ingin menjerit
siang itu.” gumammu perlahan.

dari senggama pasir dan debu
Tuhan pun telah mencipta tanda.


(2009)

Variasi Perahu Nuh Di Toko Mainan Anak

VARIASI PERAHU NUH DI TOKO MAINAN ANAK


perahu Nuh telah berlabuh dalam sebuah botol kaca
dengan sauh kosong oleh guguran-guguran waktu
tapi pagi menemukanmu dengan wujud yang lugu
di rukuk rumput yang masih basah di punggungnya.


2008

Senin, 04 Mei 2009

Sebelum Mencatat Apa Pun

SEBELUM MENCATAT APA PUN


di hutan ini
ada juga akhir api
dari kayu yang mengabu

pagi tadi
mestinya tak usah kaurenungkan
tentang diagram yang hangus itu kepadaku

toh burung-burung telah sempurna
melengkapkan hari yang sederhana

juga pada sudut yang samar
tempat serangga menyimpan telurnya

dan di hitam bayang itu juga
tuhan
berada, berjaga dan bertanda.

ini mimpiku, katamu
yang membentuk garis vertikal
pada bidang yang datar.

dan ini tanganku, sahutku
yang menyentuh sesuatu
yang tak pernah ada.

02/05 - 2009